KETENTUAN – KETENTUAN K3LL SPBE

1.2.1. Keselamatan Kerja

Ketentuan Umum

  • Area  SPBE  merupakan daerah  berbahaya sehingga  diberlakukan  ketentuan-ketentuan khusus untukmencegah  kecelakaan, kebakaran, dan  pencemaran.
  • Dalam  area   SPBE   tidak   diperkenankan  mengadakan  kegiatan   selain  yang   berkaitan dengan penyaluran LPG dan usaha penunjangnya kecuali dengan  ijin PT PERTAMINA (PERSERO).
  • Para  pekerja  SPBE  harus  mengenakan  Alat Pelindung  Diri  sesuai  dengan   analisa  resiko dan  dampak kegiatan yang  dilakukan.
  • Kebersihan areal SPBE  harus selalu terpelihara dan terjaga.

1.2.2. Pencegahan Kebakaran

Ketentuan Umum

  • Area SPBE harus aman dari sumber api dengan cara pengaturan jarak  aman  (safety distance) dan diberi tembok  pembatas.
  • Pekerja   SPBE   ataupun tamu dilarang merokok, membawa hand phone (telepon genggam), mengoperasikan camera dengan blitz,membuat api terbuka atau  pekerjaan yang menimbulkan bunga api di area SPBE.
  • Kendaraan yang memasuki area SPBE harus menggunakan saringan knalpot (flame trap). Khusus untuk Mobil Skid Tank dan Truk Agen LPG haru dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan  (APAR).
  • Semua perlengkapan listrik  yang akan dipasang di SPBE harus disesuaikan dengan standard  code yang umum dipakai (IP Electrical Safety Code) dan P.U.IL 2011.

1.2.3. Peralatan Pemadam Kebakaran

  • SPBE  harus dilengkapi dengan  fasilitas fixed fire system yang  terdiri dari jockeypump, fire line, fire hydrant, dan water sprinkler sebagai upaya  proteksi dari bahaya  kebakaran.
  • Di  area  SPBE  harus  selalu  tersedia  alat  pemadam api  ringan  dan  beroda  dengan  jenis DCP, C02dalam jumlah yang  cukup  menurut ketentuan  PT  PERT AMINA  (PERSERO)  dan selalu dalam keadaan  siap pakai.
  • Alat pemadam  harus  ditempatkan  pada  lokasi  yang  telah  ditentukan  dan  mempunyai potensi sumber   api,  terlihat dengan jelas  pada   tempatnya,  mudah   dijangkau,  diberi tanda  APAR  pada lokasi dan tidak  dibenarkan dipindahkan tanpa  ijin  petugas setempat.
  • Alat pemadam  harus diperiksa  setiap  6 (enam)   bulan  sekali oleh petugas/perusahaan yang berwenang meliputi  :   kondisi  fisik tabung,  kondisi  slang  don  nozzle,  kondisi  tepung don tekanan  gas. Hasil don tanggal pemeriksaan harus dicantumkan pada tabung pemadam.
  • Setiap   karyawan   SPBE   harus  memahami  don   terlatih  menggunakan  alat  pemadam kebakaran yang  tersedia   (Tata cara  pengoperasian a/at pemadam dapat dilihat  pada Lampiran A).
  • Alat peringatan  keadaan  bahaya  (Alarm/EWS, Alat komunikasi/ walki talky, gas detector, don lainnya)  tersedia  don dalam  kondisi baik.

1.2.4.      Kesehatan  Kerja

  • Apabila  LPG bersentuhan dengan  kulit, akan  menimbulkan Iuka  bakar  ding in yang  serius. Baju lengan panjang don sarung tangan harus selalu digunakan apabila menangani LPG.
  • Uap  LPG tidak  boleh  dihirup.  Konsentrasi  uap yang  tinggi akan  menimbulkan pusing  don sesak nafas karena  kekurangan oksigen.

1.2.5.      Pelatihan K3LL

  • Semua  karyawan/operator harus mengikuti  latihan  pemadam kebakaran  sebelum  SPBE dioperasikan.
  • Latihan  pemadaman kebakaran  bagi  operator  SPBE  harus  dilakukan  setiap  satu  tahun sekali dan dilaporkan ke  PT PERTAMINA PATRA NIAGA.

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!